Rabu, 14 Desember 2016

Review The Cat Returns (2002)



Adegan dibuka dengan latar sebuah toko yang di dalamnya terdapat sebuah patung kucing. Di situ disebutkan satu pesan yang merangkum keseluruhan isi cerita bahwa jika suatu saat kita dihadapkan pada suatu masalah, maka pergilah ke suatu tempat yang misterius untuk menyelesaikannya.... Tempat misterius apakah itu? Mungkin akan terjawab di paragraf selanjutnya.

The Cat Returns

Judul lain : Neko No Ongeashi 
(Balas Budi Seekor Kucing)
Tanggal rilis : 19 Juli 2002
Sutradara : Hiroyuki Morita
Cerita : Aoi Hiiragi
Skenario : Aoi Hiiragi, Reiko Yoshida, Cindy Davis Hewitt, Donald H.Hewitt

Senin, 05 Desember 2016

Review Spirited Away (2001)



Menonton film ini, tak ubahnya mengorek masa lalu yang tak lepas begitu saja dari ingatan. Ya masa dimana kekayaan imaji anak-anak berputar memenuhi otak. Saat-saat dimana alam liar kami sebagai anak-anak membawa kami kepada keajaiban-keajaiban cerita yang tercurah lewat dongeng-dongeng fantasi. Pun demikian saat menonton ulang Spirited Away karya Mangaka kenamaan Hayao Miyazaki, rasanya menonton dengan penuh kepolosan seperti ini adalah bentuk kenikmatan tersendiri dari kegiatan menonton film. Sekali lagi, karya Miyazaki mana coba yang nggak sukses membius penontonnya? Rasanya hampir semuanya bahkan bersifat masterpiece bukan?

Mungkin sinopsis berikut akan sangat spoiler karena jujur untuk cerita yang sangat aku sukai, aku merasa lebih senang menulisnya lengkap. Terasa plong saja bagiku untuk mengulasnya demikian, selain untuk mengingat-ingat saat akan menonton lagi, juga membuktikan bahwa aku memang salah satu pecinta garis keras karya-karya Godfather Animasi, Hayao Miyazaki.

Senin, 28 November 2016

Review Bram Stoker's Dracula (1992)



Untuk kesekian kalinya menonton film ini dan tak ada kata bosan meski sudah hafal di luar kepala. Bram Stoker's Dracula (1992) dengan art classy wardrobe pemainnya  jelas membuat betah untuk menyelesaikannya  selama 2 jam 7 menit ke depan. Ya, meski dengan tema cerita yang bisa dibilang simple tanpa direcoki oleh konflik rumit yang bertele-tele. Apalagi dengan bertaburnya bintang-bintang Hollywood macam Winona Ryder (Mina/Elisabeta), Keanu Reeves (Jonathan Harker), Gary Oldman (Drakula), Sadie Frost (Lucy Westenra), dan Antony Hopkins (Van Helsing) jaman muda, dijamin film ini bakal jadi daya pikat tersendiri bagi salah satu penggemar film klasik khususnya genre horror semi romance.

Minggu, 27 November 2016

Review Return To Oz (1985)



Menikmati fantasi klasik bikinan Disney selalu menjadi energi baru bagi penulis. Meski dari segi teknologinya tentu jauh berbeda dengan sekarang. Yang ingin penulis tekankan adalah dari segi ‘greget-nya’. Bahwa sebenarnya generasi penonton film anak pada masa itu pengen bilang : “Eh sekuel pertamanya itu selalu lebih nendang loh”. Istilahnya seperti dibawa ke kejayaan masa lalu dimana tontonan jaman itu tumbuh subur memenuhi layar kaca, bahkan sampai rela menunggu antrean putar tiap kali libur hari besar. Return to Oz (1985) contohnya. Ya, walaupun sebenernya bukan yang paling tua juga sih mengingat masih ada Wizard of Oz (1939) juga. Tapi nggak tau deh, untuk Return To Oz buat aku feel-nya lebih dapet. Film yang rutin diputar tiap kali libur caturwulan (SD) ini—nyatanya tetap membuat penulis terpesona akan acting natural dari para pemainnya. Dalam hal ini Fairuza Balk cilik (pemeran Dorothy Gale) dan teman-teman ajaibnya di Negeri Oz. Untuk mengingat sejenak bagaimana kisahnya, simak sinopsinya berikut ini.

Kamis, 24 November 2016

Review My Neighbor Totoro (1988)


Setelah kepincut film besutan Ghibli, Spirited Away--yang jujur saja membuatku susah untuk berpaling, akhirnya kesampaian juga untuk menuntaskan filmnya yang satu lagi yakni My Neighbor Totoro. Cukup telat memang karena tahun produksinya saja sudah jelas beda dari tanggal review ini dibuat, bahkan kalo boleh jujur sebelum admin blog ini lahirpun, film ini sudah mengudara. Begitu hebatnya malah, sampai mampu melambungkan nama sang sutradara, Hayao Miyazaki, (yang konon katanya) setara dengan Walt Disney.

Rabu, 14 September 2016

Review One Piece Gold Movie (2016)



Spoiler Allert !
Bagi temen-temen yang belum nonton, bisa pending dulu andaikata belom pengen tahu spoillernya. 

Ada kesan kualat setelah menonton film ini karena sebelumnya aku banyak mengelak jika nantinya bakalan suka. Dan sialnya, hal tersebut kejadian. Malah semacam pengen ngulang nonton lagi dan nganalisis tokoh-tokohnya seperti apa, kalau bisa namatin episode 1 hingga episode-episode selanjutnya di serial pendeknya. Biar absah gitu sebagai penonton One Piece yang notabene didominasi oleh anak-anak cowok jajaran usia belasan dan pantaran mahasiswa (kalau di Indonesia) *fix waktu nonton ini, eke berasa kayak mamah-mamah muda dewean yang nemenin Pak Suami beserta fans garis kerasnya Luffy ketika kompakan teriak atau ketawa bareng tatkala menjumpai adegan yang lucu atau seru... 

source : onepiecepodcast.com

Sabtu, 03 September 2016

The Mechanic 2 Resurrection (2016), Menguak Tabir Keindahan Asia Tenggara



*Spoiler Allert
Bagi teman-teman yang belum nonton, boleh pending dulu bacanya, karena review ini akan cukup spoiler.


Ada sedikit hal yang cukup mengganggu ketika menemukan Statham yang tak lagi sama (100%) dari sekuel pertamanya dari  film ini. Mari kita sejenak reuni dengan The Mechanic 1, dimana Arthur Bishop yang diperankan dengan sangat ‘kejam’ oleh Statham terasa sangat real di mata penonton. Kalau boleh bilang, bukan bertangan dingin lagi, namun sudah berhati dingin. Membeku, seolah menghabisi para korbannya enteng saja—layaknya sedang menggoreng pisang. Sangat gampang ! 

source pict : click here