Senin, 28 November 2016

Review Bram Stoker's Dracula (1992)



Untuk kesekian kalinya menonton film ini dan tak ada kata bosan meski sudah hafal di luar kepala. Bram Stoker's Dracula (1992) dengan art classy wardrobe pemainnya  jelas membuat betah untuk menyelesaikannya  selama 2 jam 7 menit ke depan. Ya, meski dengan tema cerita yang bisa dibilang simple tanpa direcoki oleh konflik rumit yang bertele-tele. Apalagi dengan bertaburnya bintang-bintang Hollywood macam Winona Ryder (Mina/Elisabeta), Keanu Reeves (Jonathan Harker), Gary Oldman (Drakula), Sadie Frost (Lucy Westenra), dan Antony Hopkins (Van Helsing) jaman muda, dijamin film ini bakal jadi daya pikat tersendiri bagi salah satu penggemar film klasik khususnya genre horror semi romance.

Minggu, 27 November 2016

Review Return To Oz (1985)



Menikmati fantasi klasik bikinan Disney selalu menjadi energi baru bagi penulis. Meski dari segi teknologinya tentu jauh berbeda dengan sekarang. Yang ingin penulis tekankan adalah dari segi ‘greget-nya’. Bahwa sebenarnya generasi penonton film anak pada masa itu pengen bilang : “Eh sekuel pertamanya itu selalu lebih nendang loh”. Istilahnya seperti dibawa ke kejayaan masa lalu dimana tontonan jaman itu tumbuh subur memenuhi layar kaca, bahkan sampai rela menunggu antrean putar tiap kali libur hari besar. Return to Oz (1985) contohnya. Ya, walaupun sebenernya bukan yang paling tua juga sih mengingat masih ada Wizard of Oz (1939) juga. Tapi nggak tau deh, untuk Return To Oz buat aku feel-nya lebih dapet. Film yang rutin diputar tiap kali libur caturwulan (SD) ini—nyatanya tetap membuat penulis terpesona akan acting natural dari para pemainnya. Dalam hal ini Fairuza Balk cilik (pemeran Dorothy Gale) dan teman-teman ajaibnya di Negeri Oz. Untuk mengingat sejenak bagaimana kisahnya, simak sinopsinya berikut ini.

Kamis, 24 November 2016

Review My Neighbor Totoro (1988)


Setelah kepincut film besutan Ghibli, Spirited Away--yang jujur saja membuatku susah untuk berpaling, akhirnya kesampaian juga untuk menuntaskan filmnya yang satu lagi yakni My Neighbor Totoro. Cukup telat memang karena tahun produksinya saja sudah jelas beda dari tanggal review ini dibuat, bahkan kalo boleh jujur sebelum admin blog ini lahirpun, film ini sudah mengudara. Begitu hebatnya malah, sampai mampu melambungkan nama sang sutradara, Hayao Miyazaki, (yang konon katanya) setara dengan Walt Disney.